bertemu lagi

  • 0

Bismillah, 2 november 2012

Pertemuan kita kali ini, bukan sekedar kawan lama tak jumpa
Tapi kita bertemu ada satu makna, kita punya satu perjuangan..

Begitulah kira-kira kata yang bisa menggambarkan suasana hari ini saat aku bertemu kawan lamaku yang menuntut ilmu di Negeri Jiran sana. Bermula dari smsnya minggu lalu yang mengabarkan bahwa Ia sudah di Indonesia dan mengajakku bertemu di salah satu Universitas untuk menghadiri seminar disana. Tanpa fikir panjang aku segera mengiyakan ajakannya, kapan lagi ada kesempatan bertemu dengannya, pikirku saat itu. 

Tazkiyyatun Nafsiyah namanya, mensucikan jiwa itu artinya, orang yang selalu membuat ku kagum dengan segala hal yg ia perbuat dan ucapkan. Orang yang selalu membuatku terinspirasi oleh setiap gerak geriknya, entah apa yang membuatku begitu kagum padanya. Mendengarnya dari cerita orang lain saja aku sudah terkagum-terkagum. Kawanku yang satu ini sangat hebat, jika Ia sudah punya keinginan Ia akan berusaha mati-matian mendapatkannya. Satu hal yang paling aku ingat tentangnya: bersyukur Pip, Ia selalu mengajarkanku tentang makna syukur .
Well, hari ini banyaaaak banget pelajaran yang bisa ku ambil, keganjilan yang selama ini kupendam pun bisa terjawab, terimakasih Allah :)
Kuncinya: BELIEVE-DOA-SELALU MEMBERI
*Tazki, doain aku terus ya biar tahun ini bisa selesai qur’an nya*

~masih mengeja kata, Afiefah~

manajemen konflik

  • 0

Hari ini responsi Pengembangan Masyarakat-nya seru bangeeeeeeeeeet, tentang manajemen konflik, kita main games gitu, setiap kelompok besar dikasih 1 amplop yang isinya itu 5 kartu merah (M) dan 5 kartu hijau (B), games ini ada 10 step, setiap stepnya kita harus mengeluarkan 1 kartu dan itu nantinya di combain dengan kelompok lain, misalkan kelompok A mengeluarkan kartu hijau, kelompok B mengeluarkan kartu Merah, dan kelompok C mengeluarkan kartu Merah, itu artinya kelompok A mendapat sandi BBM, setiap sandi itu ada poin nya, dan poin itu yang menentukan poin untuk kelompok tersebut pada babak itu. Pada step keempat, setiap kelompok diperbolehkan mengirim surat ke kelompok lain sebagai bahan pertimbangan kelompok tersebut kartu apa yang akan dikeluarkan, sebenernya sih lebih ke mempengaruhi dan menjebak kelompok lain.  Di step selanjutnya poin mulai digandakan menjadi 3 kali lipat dan 5 kali lipat. Pada step 7 dan 8 masing-masing kelompok mendelegasikan 1 orang sebagai perwakilan untuk bernegosisasi dengan kelompok lain, tujuannya untuk menentukan kartu apa yang akan dikeluarkan pada step selanjutnya. Pada tahap ini akan terlihat kelompok mana yang konsisten dengan hasil negosiasi dan kelompok mana yang melanggar negosiasi tersebut (kembali ke taktik kelompok masing-masing yaa :) ), dan pada step terakhir, setiap kelompok diperbolehkan melakukan diskusi terbuka dengan kelompok lain. Tapi, pada tahap ini masing-masing kelompok tidak melakukan hal ini, mungkin karena sudah tidak ada rasa percaya dengan kelompok lain kali ya?  

Ribet yaa kalo dijelasin, nih aku  kasih liat fotonya aja yaaa, nanti kapan-kapan kalau ada kesempatan kita main bareng deh yaaa :)

Jadi, intinya.. sebagai masyarakat yang tergolong dalam beberapa kelompok, antar kelompok harus saling percaya terhadap kelompok lain, agar saat terjadi konflik, konflik tersebut mudah diselesaikan, negosiasi antar kelompok dapat berjalan dengan baik, dan sebagai seorang fasilitator konflik yang baik, harus bersifat netral dan tidak berpihak terhadap suatu kelompok :D

Balio, 21 november 2012
20:12
Afiefah :)

Caca dan Dhea

  • 0

Aku sekarang udah punya murid loooooh :D

Awalnya karena ada temen yang nawarin aku ngajar di bimbel, aku sih main terima aja karena waktunya cocok sama waktu kosong aku dan aku bisa isi dengan hal yang bermanfaat untuk orang lain

Muridku ini namanya Caca dan Dhea, kelas 2 SD, lucuuuu banget, Caca itu endut chubby gitu deeh, kalo Dhea kecil imut, jadi mereka berdua kayak kebanting gitu kalo lagi duduk bareng. Caca itu lebih aktif dibanding Dhea, Caca kritis orangnya, aku aja sampe suka bingung nanggepin pertanyaan-pertanyaannya. Kalo baru masuk kelas nih, langsung deh itu anak dua berebut omong “Kakak, masa tadi aku di sekolah, bla bla bla” yang satunya belom selesai ngomong udah ditimpalin lagi sama yang lain “Kakak, kalo aku tadi di sekolah masa bu guru nya bla bla bla” awalnya sih pusiiiing, antara gemes dan kesel sama mereka hehe, tapi makin kesini makin dinikmatin aja, jadinya enjoy dan menyenangkan! :D

Hmm, sebenernya muridku bukan Caca dan Dhea aja sih, masih banyak yang lainnya, hanya saja Caca dan Dhea ini sesuatu banget lah buat aku, setiap hari selasa jam 13.00-15.00 aku Cuma ngajar mereka berdua dalam satu kelas, bisa dibayangkan gimana riweuh nya kelas Cuma diisi sama 2 makhluk kecil itu, ngajar dua anak ajaudah rariweuh pisan, yang satu maunya belajar  bahasa inggris, yang satunya lagi mau belajar matematika padahal waktu itu di jadwal harusnya belajar IPA, bingung gak tuh?!
 *Salsabila Khairunnisa*
 ini pas lagi ngajarin lagu, di samping nya ada gambar Caca
 ini lagunya, "...guruku terimakasihku..."
 ini gambarnya si Caca
 *Dhea Shahirla*
Well, apapun yang terjadi aku mulai menikmati aktivitas ku yang baru ini sebagai seorang pengajar hehe, semoga apa yang aku berikan untuk orang lain bisa memberi manfaat dan kebaikan untuk yang menerimanya dan untuk aku juga

Allah, kuatkan aku agar aku bisa selalu memberi manfaat dimanapun aku berada

20 november 2012
afiefah

berbenah diri

  • 0

Pernah dapet nilai jelek? Terus nangis pas tau nilainya jelek? *ini gue banget* haha
Kata temen gue: “ngapain lu Pip nangisin perbuatan lo sendiri?” aaah jleb bangeeet :’(

Emang sih gakada yang bisa disalahin atas kejelekan nilai gue, ini kan hasil perbuatan gue, hasil usaha gue, hasil ikhtiar gue, terus kenapa gue harus nangis karena  nilai gue jelek? Kenapa gue harus marah-marah? Kenapa gue harus kesel?  Kenapa gue gak coba membenahi itu semua? Kenapa gue harus nyesalin apa yang udah terjadi? Kenapa gue harus ngungkit-ngungkit masa lalu? Kenapa gue gak bersyukur aja? Kenapa gue gak berbaik sangka sama Allah? Mungkin Allah mau liat usaha gue, mungkin Allah mau gue belajar lebih giat lagi, atau mungkin usaha gue belom sekeras usaha temen-temen gue yang lain makanya gue belom pantes dapet nilai bagus. Tapiiii, apa selamanya gue harus kayak gini? Apa selamanya gue gak pantes dapet nilai bagus? Apa selamanya gue harus dapet nilai pas-pasan. Emang sih, nilai itu cuma added value aja, cuma bonus aja, yang penting kan proses dari belajar itu sendiri, tapi kaaaan gue juga pengeeeen dapet nilai bagus, dapet nilai sempurna. Ya Allah, gimana caranya? Bagian mana yang harus aku perbaiki? 

Honestly, hal yang bikin gue galau dewa adalah NILAI, kalo nilai jelek tuh asa hidup gue gakada gunanya, asa semua waktu yang gue lalui di bangku kuliah teh percuma, terbuang sia-sia gitu, 

tapi kata Ummi, " 'Ala kulli haalin, nilai bukan barometer keberhasilan seseorang. banyak orang pintar tp tidak sukses, kunci keberhasilan adalah ketekunan, kreativitas, dan networking yang luas. semangat mujahidahku! "

Allah, otak aku udah gak mampu mikir sejauh itu untuk menemukan jawabannya, perjelaslah isyaratnya, tunjukkan letak kesalahannya, 

Allah, aku ingin, dimanapun aku berada aku bisa memberi manfaat untuk sekelilingku, aku ingin dengan ilmu yang kupunya aku bisa memberi  yang terbaik untuk islam, aku ingin dengan ilmu yang kupunya aku bisa membayar keletihan ummi abi, aku ingin dengan ilmu yang kupunya aku bisa mewujudkan cita-citaku dan cita-cita orang lain.

SEMANGAT BERBENAH DIRI AFIEFAH!

Balio, 19 november 2012 22:54
afiefah :)

total, serius, ikhlas

  • 0

gue mulai gak nyaman

Message sent. Kira2 begitulah sms yang gue kirim ke salah satu temen gue. Sering banget gue ngerengek-rengek ke dia, ngadu ini itu lah, entah kenapa gue lega aja tiap kali gue ngadu ke dia, walopun gak setiap kali gue ngadu dia selalu ngerespon sih, haha. Mungkin karena kita “sama” kali ya, kita lahir di tanggal yang sama, bulan yang sama, tahun yang sama, hari yang sama, dan di waktu yang sama, bedanya dia lahir di lhoksumawe gue lahir di Jakarta.
Untuk sms yang satu ini, seperti biasa dia ngebales dengan kata-kata yang bikin gue cukup  tenang (again)

“Pip, mungkin sekarang lg dinamika aja. Enjoy the ‘pressure’. Apa yang lu lihat tentang diri lu, belum tentu apa yg orang lain lihat. Gw justru amat seneng dg kehadiran lu yg ‘out of the box’... tiap orang itu punya gaya hidup, sudut pandang suksesnya dia dan pembawaan karakter yg berbeda. Gak bisa disamakan.. dan jangan minder atau merasa useless sehingga menyebabkan kondisi yg gak nyaman buat diri lu sendiri. Total, serius dan ikhlas jalaninnya sayang..”
.mytwins

Ah, lagi-lagi omongan lu menyadarkan gue, harusnya gue gak boleh ‘neting’ sama diri gue dan keadaan sekitar gue. Harusnya gue bijak, harusnya gue lebih bisa bersikap, harusnya gue lebih dewasa memutuskan sesuatu,

hikmah,ikhlas

  • 1
Pasti ini terasa begitu menyakitkan
Saat kau kehilangan sesuatu yang kau sayang
Bilakah tak tahu mungkin itu yang terbaik
Ada rahasia terindah yang diinginkanNya

Ku hanya ingin agar engkau bisa pahami
Memaknai yang terjadi dengan tulus hati
Meski kuakui tak mudah untuk terima
Segala yang tlah menjadi ketetapanNya

Leraikanlah gundah Tabahkanlah hati
Dan yakinilah semua itu rencana dariNya


Sudahlah lupakan segala yang membuatmu merana
Hanya kan membuat dirimu dihantui gelisah
Biarkanlah semua kan berlalu dengan apa adanya
Karena dibalik yang terjadi pasti ada hikmahnya untuk kita

[Hikmah-Tashiru]

ini lagu meskipun udah denger beribu-ribu kali
tetep nge-jleb buat gue
kenapa gue bold dan dikasih warna merah?
karena itu yang gue rasa dan harus gue lakuin sekarang! :D
-Apip belajar IKHLAS-

kehilangan (lagi)


kehilangan lagi untuk yang kedua kalinya,
ya.. hape yang ku beli 17 april 2012 lalu, aku membelinya dari menyisihkan sebagian uang beasiswa ku, belum genap 4 bulan usia hapeku, Allah lagi-lagi mengujiku dengan kata ‘kehilangan’. Akhir-akhir ini aku amat akrab dengan kata ‘kehilangan’. Mulai dari kehilangan sesorang yang cukup penting bagiku, hingga kehilangan barang yang sangat penting bagiku.
siang itu, hari ke 26 ramadhan/15 agustus aku sedang melakukan itikaf di sebuah masjid yang tiap tahunnya aku rutin melakukan itikaf disana. Seperti biasa, aku menghabiskan waktu untuk menunggu adzan dzuhur tiba sambil tilawah, saat itu kebetulan aku juga sedang men-charge HP, tak lama kemudian adzan dzuhur pun berkumandang, segera aku dan kedua adikku turun untuk mengambil wudhu, HP masih ku biarkan tetep ter-charge diatas. Ku pikir akan aman-aman saja karena ada tiga teman ku disana. Iqamat pun dikumandangkan, saat itu aku teringat HP ku yang masih ter-charge di atas sana. Ya sudahlah, semoga aman. Pikirku saat itu. Shalat pun di mulai, entah kenapa saat shalat, aku malah mengkhayal tentang HP. Di pikiran ku, ‘mendingan qur’an yang ilang apa HP ’ saat itu hatiku menjawab ‘mendingan ilang HP daripada ilang qur’an’.  Saat doa pun, yang kuucapkan ‘Ya Allah, kalau emang HP itu masih rizki aku, pasti masih ada di tempat semula’.  Setelah shalat, aku masih melanjutkan dengan tilawah, tak lama aku keatas, begitu kulihat, taraaaa.. HP ku sudah gak ada, entah pergi kemana. Hanya menyisakan charger yang masih menggantung di stop kontak. Langsung lemes, dan gak tau harus ngapain haha..
setelah di flashback beberapa hari ke belakang, aku mikir, mungkin ini ujian Allah atas –kurang bersyukur nya aku- beberapa hari lalu, aku sempet berniat mau ganti HP pake yang biasa aja, soalnya HP ku ini sering nge hang, dan menghambat beberapa aktivitas ku. Atau mungkin, karena aku harus MOVE ON kali yaa? Soalnya itu HP banyak banget ‘sesuatu’ nya yang bikin rusak hati –‘
well, apapun itu, hikmah yang aku ambil, BERSYUKUR. Harus banyak banyak dan selalu BERSYUKUR. Dengan SYUKUR hidup mu akan selalu lebih indaaah, eeaa
salah satu bunyi sms dari temanku :
kalo Pris liat ya, Afi lg naik level. Diingetin sm Allah caranya ikhlas utk sebuah barang yg bakalan bisa dicari lg,, HP aja bisa ilang dan kalo diikhlasin mesti dpt ganti yg jauh lebih baik. Kalo org yg kita anggap ‘penting’ pd akhirnya pergi, kalo diikhlasin mesti jg aka nada yg jauh lebih baik :)
Iya betul banget Pris, selain SYUKUR aku juga harus IKHLAS!

masih mengeja kata-17 agustus 2012