believe

  • 0
aku percaya, dengan aku menuliskan mimpi-mimpiku dan menceritakanya ke orang lain, Allah akan membantuku mewujudkannya, entah dengan cara apa, bisa jadi dengan perantara hamba-hambaNya, dan aku sudah berhasil membuktikannya :)

putih kecil mungil


Ini ceritanya hape gue hilang (lagi), sampe orang-orang seantero kampus bosen denger kabar ini dari gue, yayaiyalah secara udah 3 kali gue hilang hape, dan kali ini gue memutuskan untuk gak langsung beli hape, nerima pemberian hape abi, gue memutuskan untuk tak ber-hp, dan itu menyenangkan! :D  karenaaa, gue gak kepusingan nerima jarkom ini itu, yah walaupun gue jadi buta informasi sih, tapi setelah seminggu gue gak ber-hp, di hari kedua tahun 2013 ada guardian angel yang minjemin gue hp, her name is.. Fadiladila, di hari keempat gue pake hp (pinjeman) eh ada sms :

“pip, lemari lu laci ketiga ya :).seorang sahabat.

Begitu gue buka lemari, jeng jeng… ada kotak putih ber label kan S****NG, amazing lah guee, wiiih siapa nih yang ngasih? Alhamdulillah dapet hp baru (dikasih) :D
Ada suratnya juga :)

“ini dari kita pejuang **** 48. Yang selalu menyayangimu… ({}) semoga bermanfaat!!”

‘heh, elu. Jangan teledor lagi yaaaa, map nih baru bisa ngasihnya ini =D semoga seneng dan bermanfaat ya cuyung, love you more than I do :* haha’ .fafacantiks.

‘to apip: Allah sayang apip, sayangiNya juga dengan menjaga titipanNya yaa’ .yuli.
‘salah g sih kl gw memang brharap bs ngebeliin lu hp? Dan akhirny Allah mngizinkan hp lu …… hehe Apipo, cumangeudh minta map sm umi dn abiny =)’ .Ndu.

‘moga bermanfaat yah,’ .reni.

‘dijaga yah pip hapenya. Kalo aktivis gak punya hape itu…. Emm.. rempong. Hehe uhibbuki fillah :).yasmin.

‘mmm buat apipoh semoga bermanfaat yaa.. dijaga yaa hp nyaa.. biar gag kemanamana.. hehheh.. sayaaang apipoh krn Allah.. :-*’ .una.

‘untuk apip: tenang pip, hape ilang mah udah biasa. Ntar insyaAllah aka nada gantinya, bahkan bisa lbh bagus. Kalo dihitung, hape yang hilang udah seharga smartphone blum? Semoga dpat ganti yg lbh dari smartphone ya. :).dhio.

Aamiin yaa Allah, jazakumullah atas doanya, semoga Allah mengabulkan dalam waktu dekat ini. Aamiin 

  Terimakasih banyak yaaa saudarasaudarikuu, semoga Allah membalas semua kebaikan dan keikhlasan kalian, loveyouuuuuuu 
afiefah,
a lonely girl di kosan

(Penurunan Minat Pemuda Terhadap Pertanian: Bagaimana Pencerdasan Isu Pertanian Strategis Kepada Mahasiswa dengan Cara yang Kreatif )

  • 1

Saat ini ketertarikan pemuda akan pertanian semakin menurun. Hal ini sangat riskan menimbulkan masalah tentang pangan di masa depan. Pertanian dalam arti luas menyumbangkan seluruh pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat di seluruh dunia. Menurunnya ketertarikan pemuda akan pertanian disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya adalah penyebaran teknologi informasi dan komunikasi, modernisasi, pendidikan, dan demoralisasi pemuda.
            Pemuda merupakan generasi penerus bangsa. Pemuda mempunyai kekuatan tersendiri untuk membuat sebuah perubahan. Seperti yang disampaikan oleh presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, ‘berikan aku sepuluh pemuda, maka aku akan mengguncang dunia.’ Hal ini membuktikan bahwa pemuda mempunyai peran yang sangat besar untuk meneruskan kekuasaan yang sudah ada saat ini.
            Berbicara tentang pemuda, pemuda saat ini mengalami penurunan moralitas. Pemuda yang ada saat ini tidak dapat mengoptimalkan peran pemuda dalam pembangunan bersama masyarakat. Pembangunan yang dimaksud adalah pembangunan di berbagai bidang seperti infrastuktur, moral, budaya, dan sebagainya. Terlebih lagi ketika kita melihat definisi desa yang sarat dengan pertanian, maka pemuda desa mempunyai potensi untuk mengembangkan dan membangun pertanian di desanya. Pertanian berkaitan erat dengan ketahanan dan kedaulatan pangan Negara. Negara akan lumpuh jika pertanian tidak dapat dijalankan dengan baik. Sayangnya, banyak masyarakat menganggap sector pertanian adalah sector kecil yang bernilai rendah. Hal ini berdampak pula kepada persepsi pemuda tentang pertanian dan kemauan mereka terjun ke bidang pertanian di daerahnya.
            Hal ini juga berdampak pada menurunnya minat calon mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Penurunan tersebut seiring dengan menurunnya minat siswa SMA untuk melanjutkan studi di Perguruan Tinggi secara keseluruhan di Indonesia.  Hal yang cukup memprihatinkan adalah penurunan peminat untuk bidang-bidang studi yang berkaitan dengan pertanian menurun dengan cukup signifikan, bahkan saat ini semakin banyak program studi yang ditawarkan di Perguruan Tinggi Negeri selain IPB yang memiliki jumlah pelamar jauh dibawah daya tampungnya. Kondisi tersebut bisa terjadi akibat generasi muda sekarang tidak lagi tertarik pada bidang pertanian, dan lebih memilih bidang pendidikan dan lapangan pekerjaan pada bidang lain.  Cara pandang generasi muda kita akan arti penting pertanian kemungkinan merupakan implikasi dari berbagai kekeliruan pandangan secara nasional akibat masih kurangnya gaung kebijakan pertanian pemerintah, minimnya ekspose dari media mengenai kemajuan bidang pertanian dan prospek bidang pertanian, serta kepercayaan diri dari masyarakat sendiri. 
            Penurunan minat pemuda terhadap pertanian juga terjadi di kampus IPB yang notabene seluruh mahasiswanya mempelajari ilmu-ilmu pertanian. Mengapa bisa begitu? Hal ini bisa disebabkan oleh meningkatnya  apatisme mahasiswa terhadap isu-isu pertanian. Di samping itu, sikap acuh tak acuh mahasiswa terhadap  isu yang berkembang, baik itu isu di dalam kampus maupun lingkungan luar yang lebih luas, merupakan sebuah krisis yang jika tidak dibasmi bakal menjadi budaya yang akan semakin menguat dari tahun ke tahun. Ini merupakan suatu permasalahan yang harus dicari pemecahannya. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi apatisme mahasiswa, salah satunya dengan mengikuti organisasi. Misalkan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi yang bergerak di bidang menulis, misalnya, bisa memeroleh banyak pengetahuan tentang cara menulis, baik itu misalnya opini bertema politik, puisi, cerpen atau novel. Kemampuan menulis yang dimiliki, akan memberi banyak manfaat bagi mahasiswa, baik saat masih di bangku kuliah maupun setelah lulus. Dengan keterampilan menulis, seorang mahasiswa bisa mengikuti lomba menulis. Kalau berhasil menjadi juara, tentu itu prestasi yang membanggakan. Atau dalam hal lain, tulisan-tulisan tersebut bisa diterbitkan di berbagai media massa. Punya kemampuan menulis juga dapat mempermudah mahasiswa dalam menulis jurnal dan skripsi.
            Kendati demikian, tidak semua mahasiswa aktif dalam berorganisasi. Lalu bagaimana dengan mahasiswa yang hanya “ku-pu-ku-pu (kuliah-pulang-kuliah-pulang)”? mahasiswa yang tidak memiliki inisiatif untuk mengikuti kegiatan dan aktif dalam pencarian isu-isu terkini? Terkadang media informasi di kampus kurang menarik perhatian mahasiswa tipe ini. Media informasi yang ada saat ini kebanyakan hanya memberi informasi terbatas dan kurang memberi ruang aspirasi kepada mahasiswa. Ada beberapa hal yang sekiranya bisa menarik perhatian mahasiswa dalam mencerdaskan isu-isu di kampus, terutama untuk isu pertanian. Media informasi yang ada hendaknya menyuguhkan berita tidak hanya dari satu sisi, dari sisi baik atau dari sisi buruknya saja. Melainkan keseluruhan berita tersebut harus dipublikasikan dan tidak ada penyaringan dalam memaparkan berita. Agar mahasiswa yang membaca isu tersebut berpikir kritis dan mencari tahu kelanjutan isu tersebut. Selain itu, pencerdasan isu juga bisa memanfaatkan berbagai social media seperti facebook, twitter, dan blog. Pemanfaatan social media dirasa sangat efektif jika dilakukan secara efisien, misalkan pada pukul sekian semua social media serempak membahas suatu isu, dengann begitu perhatian mahasiswa akan teralihkan untuk menyimak isu tersebut. Jika ingin memanfaatkan kreativitas mahasiswa, pencerdasan isu bisa dilakukan dengan cara membuat parade keliling kampus, dalam parade keliling bisa ditambahkan maskot dan teatrikal yang berhubungan dengan isu yang akan dipaparkan. Biasanya, mahasiswa lebih tertarik dengan isu yang masih berupa kontroversi dan menimbulkan rasa penasaran atau pada isu-isu yang bersifat bersambung yang pada akhirnya mereka mencari tahu isu tersebut secara mandiri. Jika memiliki waktu luang yang cukup banyak untuk melakukan pencerdasan, bisa mendirikan stand di sepanjang koridor, di stand itu bisa diputarkan video yang memvisualisasikan isu yang ingin disebarkan, di stand tersebut juga bisa ditampilkan teatrikal dan maskot yang sesuai dengan isu tersebut. Dan, jika ingin melakukan pencerdasan secara besar-besaran, bisa mengadakan semacam malam pencerdasan, dimana pada malam pencerdasan tersebut diundang para ahli yang kompeten dengan isu yang akan dibahas sebagai pembahas isu, sebagai hiburan kembali bisa ditampilkan teatrikal yang sesuai dengan isu tersebut. Dengan begitu, mahasiswa yang tidak aktif dalam organisasi juga bisa merasakan adanya pencerdasan isu secara nyata dan harapannya mereka bisa lebih peka terhadap isu-isu yang sedang berkembang saat ini terutama isu pertanian Indonesia.
            Jika masalah apatisme ini terus menerus dibiarkan, dampaknya tidak hanya untuk kampus itu sendiri, tapi Indonesia juga akan merasakan dampaknya. Sebab, semakin menurunnya minat pemuda pada bidang pertanian dapat dianggap sebagai suatu ancaman. Kedepannya hal ini akan berpengaruh pada kurangnya SDM yang handal dalam bidang pertanian atau krisis SDM pada bidang pertanian. Krisis SDM bidang pertanian tentu akan berdampak tidak berkembangnya pembangunan pertanian nasional yang berdampak tidak berkembanganya pembangunan nasional secara umum.
(afiefah:berbagai sumber)

reposting:

  • 0
Bagaimanalah ini. Biarkan aku mulai dari awal mula hubungan kita. Kita sama-sama lupa untuk saling bersepakat. Akan diapakan hubungan ini. Akhirnya, kita seperti air yang mengalir. Terbawa arus yang ada di hadapan. Masalahnya tidak semua arus yang ada di hadapan kita bermuara pada kebaikan. Harusnya kita bisa menentukan sendiri, akan dibawa kemana aliran ini.  Kalau begitu, kita telusuri saja dari hal yang cukup mendasar; Apa yang perlu dihasilkan dari sebuah hubungan? Siapapun akan menjalin hubugan dengan orang lain jika hubungan itu menguntungkan. Termasuk hubungan yang terjalin diantara kita. Dan itulah salah satu alasan kenapa aku ada, kamu ada dan manusia ada. Untuk saling melengkapi satu diantara lainnya. Untuk saling memberi dan mengambil manfaat dari keberadaan satu dan yang lainnya.
Itulah masalahnya. Itulah yang aku ingin jujur kepadamu, dan itulah yang mungkin akan sangat menyakitimu: Ternyata aku tidak benar-benar mencintai kamu. Aku hanya mencintai sebagian diriku sendiri yang hidup dalam diri kamu. Aku menyukai kebaikan-kebaikan kamu dan segala hal tentang kamu yang sesuai dengan aku, yang membuatku senang, atau yang aku inginkan dan ada dalam diri kamu.
Tapi bagaimana dengan kekuranganmu, dengan keburukanmu, dengan semua hal yang aku tidak sukai dari kamu? Haruskah aku memaksakan diriku untuk menyukainya? Dan apakah masih disebut cinta jika ada paksaan di dalamnya? Selama ini, sepertinya kita sama-sama saling menyembunyikan kekurangan kita, keburukan kita. Berusaha nampak sesempurna mungkin. Dan apakah masih bisa disebut cinta, jika tidak berani jujur apa adanya, jika masih sama-sama ketakutan dengan menyembunyikan kondisi yang sebenarnya?
***
Barangkali kita harus mengingat pelajaran tentang Ketuhanan. Bahwa Dialah yang memang pantas dicintai dengan sebenar-benarnya cinta. Karena Dia yang Maha Sempurna tanpa kekurangan secuilpun. Terlebih lagi, Dia yang menciptakan segenap perasaan itu. Perasaan yang biasa kita sebut sebagai cinta. Walaupun seringkali, kita menyalahgunakannya. Sedangkan aku, kamu dan yang lainnya hanyalah manusia yang memang punya kecenderungan untuk lebih mencintai diri sendiri daripada mencintaiNya, apalagi daripada mencintai orang lain.
Mungkin, kita harus membuat kesepakatan ulang, tentang definisi baru dari jenis hubungan yang kita punya. Tentunya dengan melibatkan Dia, yang sudah memberikan perasaan ini. Bisa jadi, namanya bukan cinta lagi. Karena cinta ternyata belum relevan untuk menaungi hubungan diantara kita. Barangkali benci. Eh, itu malah semakin tidak relevan. Aku tidak membenci kamu. Aku hanya belum tahu bisa menerima atau tidak segala kekurangan kamu. Dan aku juga tak yakin kamu mau menerima segala kekuranganku. Bagaimana kita bisa saling menerima jika kita saling menyembunyikan. Dan tentu saja aku tak mau ada salah satu diantara kita yang mati kaget karena baru tahu di kemudian hari.
Apapun nama hubungannya, bagaimanapun definisinya; aku harus harus belajar menata hati untuk bisa mencintai diriku sendiri dengan benar, baru aku bisa mencintaimu bahkan mencintai yang lainnya dengan benar juga. Dan katanya, hanya mereka yang mencintai Penciptanya dengan benar, yang akan bisa mencintai dirinya sendiri secara benar. Aku harap, kamupun demikian. Atau, kalau tak mau repot-repot; kita sudahi saja hubungan diantara kita. Maaf, atas kejujuran yang [mungkin] menyakitkan.
[Nazrul Anwar]

cintai saudaramu,

"cinta yang engkau berikan pada seorang teman itu tanda sempurna nya iman, bila dengan tulus hati engkau mencintai dirinya bagai dirimu sendiri"

penghujung 2012

akhir tahun kemarin tiba-tiba si Abi pengen ke kebun binatang, alhasil jadilah kita sekeluarga minus zuhdi pergi ke kebun binatang, entahlah kenapa si Abi tiba-tiba mendadak pengen kesana, sampe sana kita langsung makan, shalat, keliling2 naik kereta, liat gajah atraksi dan lain lain. langsung share fotonya aja yaaa :)
 *faniya dan afiefah .lagi di kandang burung.*
 *faniya dan robi*
 *WELCOME! :D*
 *said dan monyet-nya hehe*
 *faniya, monyet, dan afiefah hehe*
 *said dan uqi*
*si gajah kembar*

harusnya ada foto ummi abi dan sekeluarga, tapi fotonya ada di HP Abi dan lupa dipindahin hehe
ilovemyfamilysomuch

say hi

Assalamualaikum 2013,  :D
maaf yaa baru sempet nge posting lagi, janji deh 2013 harus lebih produktif nulis. harus lebih produktif belajar. harus lebih produktif bergaul. dan harus lebih produktif jaga hati #EH hehe
oiyaa, belum sempet posting resolusi juga pula,
hm, tulisan pertama ini dulu deh ya tentang essay ngelamar BEMKM nih huhuu :)